Biodiversitas Lembah Bukit Manjai, Jadi Taman Surga Buah Lokal

Saat ini sedang dibangun beberapa fasilitas lainnya, untuk kenyamanan pengunjung. Afdal juga berpesan Jika ingin kekawasan agrowisata durian hendaknya pada saat panen buah-buahan lokal, seperti durian, langsat dan cempedak. Karena saat itu buah-buah lokal akan melimpah dan bisa makan sepuasnya sambil nunggu buah durian jatuh.

“Wisata minat khusus,
Keaneka ragaman flora dan fauna kawasan taman biodiversitas ini memiliki daya tarik tersendiri, sehingga sering mengundang wisatawan minat khusus,” imbuhnya.

Ferry juga mengatakan, bagi yang hobby fotografi untuk mengamati burung dan satwa liar lainnya, bisa mengitari kawasan tersebut dengan mengikuti track yang ada.

Di kawasan itu kata dia, jika ingin beruntung bisa menemukan kawanan Lutung Kelabu ( Trachypithecus cristatus ) dan Beruk ( Macaca nemestrina ) yang saat ini termasuk dalam satwa yang dilindungi, bahkan terkadang masih bisa ditemui kijang ( Muntiacus muntjak ) yang masuk kawasan Taman Biodiversitas. Hanya sayangnya satwa yang satu ini sering diburu orang, untuk diperdagangkan dagingnya.

Sedangkan yang hobby mengamati atau meneliti tumbuhan buah lokal, dikawasan ini terdapat ragam tumbuhan buah lokal, seperti Durian (Durio zibethinus), Duku , Jengkol (Archidendron pauciflorum), Gayam, Sukun (Artocarpus altilis), Nangka (Artocarpus heterophyllus),Cempedak (Artocarpus integer), Jambu air
(Syzygium aqueu) dan disamping itu juga banyak tumbuh ragam jamur makroskopis yang unik dan eksotik untuk diamati.

Selain itu, juga terdapat mata air yang jernih
Seperti diketahui, bahwa hutan hujan tropis juga berfungsi sebagai resapan air.

Jadi tak heran di kawasan Taman Biodiversitas tersebut terdapat mata air yang tak pernah kering, meski di musim kemarau sekalipun.

Mata air yang jernih dan bersih ini dapat diminum langsung. Karena Air pegunungan berasal dari sumber air di area yang masih alami. Lingkungannya masih asri dan terjaga sehingga air terbebas dari kontaminasi.

Mata air ini disebut “Tirta Asri “, dan dijadikan wadah untuk cuci muka atau sekedar berendam kaki sehabis menjelajahi hutan kecil di Taman Biodiversitas.

Airnya yang jernih dan segar ini, membuat kita menjadi fresh, bahkan ada sebagian orang menyakini, jika mandi di sumber air ini akan terlihat awet muda.

Menurut Ferry, Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis ini adalah Taman Biodiversitas yang kedua yang dimiliki Biodiversitas Indonesia yang bekerjasama dengan ULM. Yang pertama Taman Biodiversitas Lahan Basah di Anjir Muara – Kabupaten Barito Kuala yang telah dibuka pada 2 Februari 2019 lalu bertepatan dengan Hari Lahan Basah Sedunia.(muhammad)

Editor : Amran