Namun sejak kawasan hutan ini dijadikan Taman Biodiversitas oleh Lembaga Pusat Studi & Konservasi Keaneka Ragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) pada 5 November 2020 lalu, bertepatan dengan hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
“Sekarang taman biodiversitas ini sering dikunjungi mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang ekosistem hutan hujan tropis,” ucap Ferry F. Hoesain.
Lebih lanjut menurut Ferry, sebutan akrab founder Biodiversitas Indonesia ini, di kawasan Taman Biodiversitas, juga akan dilengkapi taman anggrek spesies Meratus yang keberadaannya semakin terancam, akibat alih fungsi lahan dan perambahan anggrek itu sendiri oleh pemburu anggrek alam. Untuk itu Ia akan mengembalikan anggrek alam kehabitatnya, terutama dikawasan Taman Biodiversitas yang ia kelola.
Surganya Buah Lokal
Taman Biodiversitas ini terkonektif dengan Agrowisata Buah Durian. Di kawasan tersebut tersedia gazebo, rumah pohon dan bagi yang suka camping, ditaman ini terdapat juga fasilitas camping ground dengan view yang khas hutan hujan tropis.
“Bagi yang ingin menginap di rumah pohon akan dikenakan biaya sewa, begitu juga bagi yang ingin menggunakan area camping ground. Ditempat ini pula disediakan kamar mandi dan toilet yang dirancang sealami mungkin dan menyatu dengan alam di lembah bukit Manjai “, kata Afdal pengelola agrowisata buah lokal tersebut.





