Bicara Soal Tambang di Kalsel, Denny Disindir tak Berbuat Apa-apa Saat Jabat Wamenkum HAM

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK menyayangkan beredarkan postingan video calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) nomor urut 02, Denny Indrayana yang bicara soal pertambangan dengan menyudutkan salah satu pengusaha.

Pernyataan Denny Indrayana pun tak luput dikomentari oleh Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK. Menurutnya, dalam video yang viral tersebut, Denny merasa miris terkait banyaknya pertambangan di Kalsel, yang dinilainya menjadi penyebab banyaknya korupsi yang terjadi.

Banyaknya video dan postingan di medsos yang dinilai bisa menciderai pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) ini. Supian HK juga menyarankan agar kedua pasangan calon (Paslon) baik Paslon nomor 1 dan Paslon nomor 2 agar bisa menahan diri, dan jangan menanggapi banyaknya postingan maupun video yang beredar.

“Sebagai wakil rakyat, dan selaku Ketua DPRD Provinsi Kalsel, saya berharap agar kedua tim Paslon harus menahan diri, jangan terlalu overdosis menyangkut masalah medsos yang bergentayangan di dunia maya saat ini,” ucapnya. Senin (24/5/2021).

Karena menurutnya postingan- postingan di dunia maya saat ini bisa saja menjadi kesalahpahaman bagi para pemilih maupun mereka yang dipilih.

“Tentu postingan ini hanya menonjolkan ego si calon. Sehingga menjadi opini yang meresahkan dan menimbulkan kesalahpahaman. Contohnya ada opini yang meresahkan itu adanya pemasangan spanduk dan sebagainya yang membuat warga resah. Padahal inikan ranahnya Bawaslu dan KPU,” ungkapnya.

Meskipun imbauan yang dipasang melalui spanduk tersebut bersifat baik. Menurut Supian HK, hal tersebut seharusnya dilakukan oleh pihak KPU, bukan di lakukan oleh pihak tim Paslon.

Selain itu, Supian HK juga menyoroti terkait video yang dinilainya sangat tidak wajar, hal tersebut dilakukan oleh calon Gubernur Kalsel, nomor urut 2 Denny Indrayana.

“Masa sang profesor itu berbicara di publik yang tidak wajar bahkan sampai meneteskan air mata. Seolah ia mengatakan sungai alur barito itu rawan akan tambang batubara,” paparnya.

Padahal disampaikannya, Denny Indrayana ini dulunya adalah seorang Wakil Menteri (Wamen) Hukum dan Ham (Kumham). Namun menurutnya, saat itu Denny Indrayana dinilai tidak memberikan kontribusi untuk daerah khususnya Kalsel.

“Waktu pada saat dia menjabat sebagai Wamen Kumham, malah dibiarkan tambang merajalela. Dari hal ini saya sebagai Wakil Rakyat, sebagai orang politik dan juga pernah berbisnis tidak sependapat dengan statmen beliau,” imbuhnya.

Bahkan menurut H Supian, tidak wajar ia bicara sampai meneteskan air mata jika bicara soal tambag di Kalsel. Dia bicara seolah-olah melawan pengusaha tambang batubara, tapi kenapa yang disasar hanya satu pengusaha?” tanyanya. Padahal menurut Supian, banyak pengusaha raksasa tambang di Kalsel seperti Adaro, Antam, Arutmin.

Supian HK juga menceritakan sewaktu menjabat sebagai Ketua Komisi III berjuang keras untuk pencabutan izin perusahaan tambang Kalsel yang tidak sesuai dengan aturan.

“Dari 963 perusahaan tambang, sebanyak 622 izin perusahaan tambang telah berhasil dicabut,” ujarnya.

Ia menilai, ada orang yang menyokong agar isu perusahaan tambang di Kalsel untuk dinaikkan, akibat kekecewaan pelaku tambang yang tidak senang atas pencabutan izin.

“Kalau untuk perubahan silahkan lakukan, asal jangan menuding kepada orang yang telah bekerja,” ucapnya.

Oleh karena itu, setiap pasangan calon harus bisa menahan diri, agar tidak saling menyerang sehingga tercipta pemilihan kepala daerah berjalan dengan aman dan tentram.(fachrul)

Editor : Amran