Belut Kalsel Tembus Pasar Negeri Sakura, Pemprov Dorong Pelaku Usaha Bersaing di Pasar Global

Belut salah satu komoditas produk perikanan yang kini memiliki nilai ekspor. (foto: istimewa)

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Belut sawah Kalimantan, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata diminati oleh konsumen luar negeri. Peluang ini makin membuka lebar pelaku usaha produk perikanan Kalsel untuk bersaing di pasar global.

Tidak hanya ikan dan undang, betut kini menjadi komoditas penyumbang devisa. Terbukti sejak 2024, Kalsel telah mengekspor belut ke sejumlah tetangga.

Kandungan nutrisi pada belut memperkuat imunitas tubuh, mencegah anemia, sampai memperkuat tulang dan gigi, membuat tingginya permintaan konsumen luar negeri salahnya Jepang” Negeri Sakura” terhadap produk perikanan Kalsel.

“Belut termasuk dalam produk hasil perikanan Kalsel yang menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di antaranya Jepang, Tiongkok, Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Singapura,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H. Bagiawan di Banjarmasin, Senin (1/12/2025).

Harga ekspor belut bervariasi tergantung kualitas, jenisnya egar atau olahan dan tujuan pasar, dengan harga di pasar ekspor bisa mencapai Rp150.000–Rp160.000 per kilogram, bahkan lebih tinggi hingga Rp300.000 per kilogram untuk kualitas tertentu di pasar internasional seperti Tiongkok.

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pelaku usaha untuk ekspor produk perikanan,” ucap H. Gia, sapaan akrab Kepala Dinas Perdagangan Kalsel.

Baca Juga : IKA Unair Kalsel Siap Jadi Penghubung Siswa Berprestasi Kurang Mampu Kuliah di Universitas Airlangga

Baca Juga : Kalsel Dipercaya Jadi Tuan Rumah Pembahasan Arah Perencanaan Daerah se-Indonesia

Dia menyebut produk perikanan Kalsel memiliki potensi besar pada pasar global. Dikatakannya per September lalu, ekspor produk perikanan Kalsel mencapai 40.156 kilogram dengan 445.581 Dollar AS di Jepang dan 32.858 kilogram dengan 276.484 Dollar AS.

“Semoga ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bisa membangun eksport centre . Untuk kemudahan pelaku usaha dalam melaksanakan eksport diberbagai komoditi. Hal ini sesuai dengan misi Gubernur H.Muhidin yaitu mendorong kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di Banua,” pungkasnya. (rizqon)

Editor: Abadi