BANJARMASIN, klikkalsel.com – Semarak Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) VII Kalimantan Selatan (Kalsel) 2025 semakin terasa dengan hadirnya cabang olahraga tradisional Begasing yang dipertandingkan di GOR Hasanuddin, Banjarmasin, Jumat (23/5/2025).
Cabang olahraga ini berada di bawah naungan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Begasing yang menjadi bagian dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Puluhan penonton memenuhi area pertandingan untuk menyaksikan para peserta dari berbagai kabupaten/kota Kalsel unjuk kebolehan dalam melestarikan permainan rakyat yang telah diwariskan turun-temurun ini.
Suara khas bermain gasing yang berputar dan bergesekan di arena kayu menciptakan atmosfer nostalgia dan kebanggaan tersendiri, terutama bagi masyarakat Kalimantan Selatan yang menjadikan Begasing sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Kehadiran Begasing dalam FORDA tahun ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk nyata pelestarian budaya daerah yang memiliki fungsi sosial mempererat silaturrahmi sesama komunitas sekaligus menanamkan nilai-nilai sportifitas.
Baca Juga : FORDA VII Kalsel 2025 Resmi Dibuka, 6 Ribu Lebih Pegiat KORMI Ramaikan Ajang Olahraga Rekreasi
Baca Juga : Banjarmasin Juara Umum POPDA Kalsel 2025, Ungguli Tanah Laut dalam Perolehan Medali
Mewakili panitia Begasing FORDA VII Kalsel 2025, Suhrawardi mengatakan, tahun ini mempertandingkan 4 mata lomba atau kategori Begasing yang dipertandingkan.
“Pertama Rembang, adu kekuatan pukul gasing, kedua adu pukul jantung (Gasing jantung),” ujarnya.
“Kemudian, ketiga adu putar beregu dan keempat itu kategori gasing budaya atau gasing pengantin,” sambungnya.
Dalam bermain gasing sendiri ada dua jenis gasing yang digunakan, yakni gasing laki dan bini. Kedua jenis gasing itu di adu pukul, kemudian dinaikan ke tantangan dan dilihat yang mana berputar paling lama.
“Jadi yang berputar paling lama pemenangnya,” imbuhnya.

Sayangnya, tahun ini hanya lima dari 13 kabupaten/kota yang mengirimkan delegasi, yakni Tapin, Barito Kuala, Kotabaru, Banjarmasin, dan Banjarbaru.
Meski demikian, antusiasme peserta dan penonton tetap tinggi, menjadi bukti nyata bahwa olahraga tradisional ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
FORDA VII Kalsel 2025 sendiri diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru provinsi. Puluhan Inorga turut ambil bagian dalam festival yang berlangsung selama beberapa hari di Banjarmasin, menjadikannya ajang silaturahmi budaya dan olahraga rekreasi yang mempererat identitas lokal.
Gasing tradisional Kalimantan Selatan terbuat dari kayu pilihan yang kuat dan tahan banting, biasanya jenis kayu ulin atau kayu keras lokal lainnya. Uniknya, tali yang digunakan untuk memutar gasing bukan sembarang tali.
Ia dirajut dari serat nanas yang diolah dan dianyam secara manual oleh perajin lokal. Karena nanas dikenal kuat, lentur, dan memiliki daya cengkeram tinggi, sehingga ideal digunakan untuk menarik putaran maksimal dari gasing saat diluncurkan. (airlangga)
Editor: Abadi





