BANJARMASIN, klikkalsel.com – Keberadaan sejumlah u-turn (putar balik) di ruas Jalan A Yani, Kalimantan Selatan, dinilai perlu mendapat kajian ulang. Pasalnya, banyak titik u-turn yang justru mengundang bahaya dan kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah dinas terkait, Kamis (5/2/2026).
Ia mencontohkan kawasan Jalan A Yani Km 6 hingga Km 10, yang tercatat memiliki tiga titik u-turn dan dikenal rawan kecelakaan.
“Seperti yang terlihat di kawasan A Yani Km 6 sampai Km 10, ada tiga titik u-turn yang sering terjadi kecelakaan,” ujar Abidinsyah.
Menurutnya, kondisi lalu lintas saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Salah satunya di kawasan Manarap Km 7, yang dulu masih tergolong lengang, namun kini mengalami peningkatan volume kendaraan yang sangat signifikan.
“Kalau dulu mungkin kendaraan masih nyaman melintas. Sekarang ini kondisinya sudah luar biasa padat,” katanya.
Baca Juga : Kepala KPP Madya Banjarmasin Terjaring OTT KPK RI, Uang Sekitar Rp1 Miliar Disita
Baca Juga : Jembatan Pulau Laut Segera Dibangun, Anggaran Tembus Rp3,9 Triliun
Ia pun menegaskan, perlunya kajian manajemen lalu lintas secara menyeluruh, menyesuaikan dengan perkembangan wilayah dan kepadatan kendaraan saat ini.
“Kalau bisa, u-turn tersebut dikaji kembali sebagaimana mestinya. Perkembangan kawasan dan lalu lintas harus diimbangi dengan kajian manajemen jalan yang tepat,” tegas Abidin.
Tak hanya soal u-turn, Abidinsyah juga menyoroti persoalan pohon-pohon di median jalan sepanjang Jalan A Yani hingga wilayah Kabupaten Banjar. Menurutnya, keberadaan pohon tersebut terkesan “tak bertuan”.
“Balai jalan tidak merasa menanam, sementara Kabupaten Banjar juga tidak berani memotong. Akhirnya pohon-pohon ini tidak terawat,” ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Dahan pohon yang rimbun dapat mengganggu jarak pandang pengendara, bahkan ranting yang patah dan jatuh ke badan jalan bisa memicu kecelakaan.
“Apalagi saat hujan, jalan licin dan jarak pandang terganggu. Kalau dahan berjatuhan ke jalan, itu sangat membahayakan,” ujarnya.
Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Kalsel bersama dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Saya berharap baik masalah u-turn maupun pohon-pohon di median jalan ini bisa ditangani dengan baik, demi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat Kalsel,” pungkasnya.(azka)
Editor : Akhmad





