BANJARMASIN, klikkalsel.com – PS Barito Putera harus puas berbagi poin dengan Persela Lamongan. Setelah dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (29/10/2021) pertandingan berakhir Imbang 1-1.
Kedua tim yang bermain lepas sejak babak pertama dimulai, jual beli serangan pun terus terjadi.
Gol baru tercipta di menit 13, saat pemain Persela Lamongan, Abiyoso melesakan bola melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti.
Baca juga: PS Barito Putera Berbagi Poin Usai Hadapi Laksar Joko Tingkir
Gol penyama kedudukan didapatkan PS Barito Putera dua menit kemudian. Melalui umpan sepak pojok, Ambrizal Umainailo memberikan bola kepada Azamat Baimatov hingga akhirnya berhasil membuahkan gol di menit 15.
Hasil imbang membuat kedua kesebelasan makin melancarkan serangan-serangan berbahaya ke pertahanan lawan masing-masing.
Namun hingga menit ke 90, kedudukan 1-1 tidak berubah, dan kedua tim harus puas berbagi 1 poin dalam pertandingan kali ini.
Dengan hasil tersebut, Persela Lamongan mampu merangkak naik ke posisi 10 klasemen sementara. Sedangkan PS Barito Putera masih bertahan di posisi 16.
Usai pertandingan, saat sesi post match press conference Pelatih Kepala PS Barito Putera, Djajang Nurjaman menyampaikan bahwa hasil yang didapat lantaran minimnya waktu recovery.
Sehingga dalam pertandingan tersebut, banyak pemain yang cedera lantaran kelelahan. Namun melihat jalannya pertandingan, Djanur mengaku memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan malam hari ini.
Meski demikian menurutnya masih ada sejumlah evaluasi dan PR yang harus dilakukan pihaknya. Terlebih dalam finishing touch di depan gawang.
“Peluang dan posisioning bola kita lebih banyak. Ada tiga peluang yang sangat jelas di depan gawang tapi tidak bisa menjadi gol. Itu yang sangat kita soroti dan akan kita evaluasi nanti terkait finishing touch lini depan kita,” ucapnya.
Di penghujung pertandingan pun PS Barito Putera yang sudah menggempur pertahanan Persela Lamongan, tetapi masih tidak bisa membongkar pertahanan Laskar Joko Tingkir ini.
Berkaitan hal tersebut, menurut Djanur bahwa dalam latihan ia sudah mencoba berbagai macam variasi menyerang. Tetapi dalam kondisi lawan yang bertahan seperti di akhir pertandingan, hal itu sangat sulit untuk di bongkar.
“Kalau lawan sudah mengumpul di daerah pertahanan itu menjadi kesulitan tersendiri. Jadi caranya ya kita berusaha untuk menembak dari luar kotak penalti atau melalui umpan crossing melalui sisi kiri maupun kanan,” jelasnya.
Sementara mewakili pemain, Bagas Kaffa, mengaku bahwa hasil ini tidak sesuai harapan mereka.
“Ini hasil yang tidak kita inginkan. Tetapi bagaimanapun hasilnya kita harus tetap mensyukuri,” bebernya.
“Kedepannya kita berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. Kemudian mampu untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk meraih hasil terbaik,” pungkasnya. (fachrul)
Editor: Abadi





