MARABAHAN, klikkalsel.com – Semenjak banjir melanda sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Batola, pada bulan januari kemarin, aktivitas keseharian warga masih belum pulih.
Meskipun banjir sudah mengalami penurunan, namun air masih merendam sebagian rumah warga dan lahan persawahan.
Salah satu desa yang masih direndam banjir yaitu Desa Tatah Alayung Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola.
Yang mana wilayah tersebut sebagian besar mata pencaharian warganya adalah sebagai petani. Namun akibat banjir, anak padi yang harusnya pada bulan maret ini sudah bisa ditanam, mati akibat terendam banjir.
Tidak hanya anak padi yang mengalami kematian akibat terendam banjir, namun juga tanaman jeruk, rambutan, nangka dan berbagai jenis tanaman sayuran juga turut serta.
Salah seorang petani, Misran mengatakan, untuk saat ini sebagian aktivitas warga masih lumpuh total, dikarenakan tempat usaha seperti lahan persawan maupun perkebunan masih terendam hingga dada orang dewasa.
Saat ditemui klikkalsel.com dikawasan persawahannya terlihat Misran sedang mencari ikan. Menurutnya yang paling mungkin dilakukan ialah mencari ikan.
“Ikan yang didapat ini sebagian untuk dijual keperluan sehari-haei dan sebagian untuk dimakan bersama keluarganya di rumah”, pungkasnya. (Muhammad)
Editor: Abadi





