MARTAPURA, klikkalsel.com – Banjir di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, terus meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda surut bahkan sebagian warga mengeluh akibat terserang penyakit kulit, Jumat (2/1/2026).
Diantaranya Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar sejak Senin (29/12/2025), debit air terus meningkat dan hingga kini telah merendam sedikitnya delapan RT di desa tersebut.
Ahmad Suja’i warga setempat menyebutkan, rumah bertingkat menjadi satu-satunya tempat yang relatif aman dari genangan. Sementara itu, hujan yang masih kerap turun membuat kondisi air semakin sulit surut. Bahkan sebagian warga menggunakan perahu untuk melintas.
“Air terus naik dari hari Senin, ditambah hujan terus, jadi lambat sekali surutnya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima warga, baik logistik maupun bantuan kesehatan.
Kini sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang lebih aman.
“Sebagian warga mengungsi ke rumah warga lain. Biasanya banjir di sini baru surut lebih dari satu bulan. Tahun lalu bahkan sampai empat bulan baru benar-benar kering,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jika kondisi banjir sudah seperti sekarang, air sangat lambat surut di kawasan tersebut.
Baca Juga : Peduli Korban Banjir, PT Bangun Banua Bergerak Cepat Salurkan Bantuan di Kecamatan Martapura Barat dan Timur
Baca Juga : Rumahnya Terendam Banjir, Warga Pekauman Dałam Ada yang Sampai Tidur di Atap Masjid
Selain kerugian materi, dan aktivitas yang tersendat warga juga mulai mengeluhkan dampak kesehatan. Penyakit kulit seperti kutu air atau yang oleh warga setempat disebut “lancar” mulai banyak dialami, terutama pada kaki.
“Banyak warga mengeluh sakit kulit, kaki lancar. Sampai sekarang bantuan obat juga tidak ada,” keluh Ahmad.
Di sisi lain, warga yang memilih bertahan di rumah mengaku was-was jika harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Kekhawatiran akan tindak pencurian membuat sebagian warga tetap berjaga meski kondisi serba terbatas.
“Kalau ditinggal takutnya ada maling. Motor yang parkir di depan saja kami jaga bergantian,” katanya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan, terutama obat-obatan dan kebutuhan dasar, mengingat banjir diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama apabila hujan terus turun.
“Kami berharap ada bantuan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





