MARTAPURA, klikkalsel.com – Banjir merendam Desa Kelampaian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Genangan air telah berlangsung hampir sepekan dan mulai mengalami peningkatan sejak Sabtu lalu akibat intensitas hujan serta air pasang yang terjadi sejak Senin (29/12/2025) malam.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi akses jalan utama desa. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga menjadi terbatas karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Warga Desa Kelampaian, Munawarah, mengatakan banjir kali ini cukup mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama mobilitas warga.
“Air bukan hanya masuk ke rumah warga, tapi juga menutup jalan. Tingginya sampai lutut orang dewasa, jadi akses jalan sulit dilewati, terutama untuk kendaraan,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Meski demikian, kawasan Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dilaporkan tidak terdampak genangan. Namun, jumlah peziarah yang datang mengalami penurunan signifikan.
“Ziarah masih ada saja yang datang, tapi memang sunyi karena kondisi banjir,” tambah Munawarah.
Baca Juga : Warga Desa Pekauman dan Dałam Pagar Ulu Bertahan dari Banjir yang Rendam Pemukiman Mereka
Baca Juga : Banjir Melanda 8 Kabupaten/Kota di Kalsel, 50.585 Jiwa Terdampak
Sementara itu, warga Kelampaian lainnya, Fahmi menjelaskan air mulai merendam rumah warga sejak Jumat dan mencapai titik tertinggi pada Selasa (30/12/2025) kemari.
“Mulai Jumat sudah ada rumah warga yang terendam, dan puncaknya kemarin, Selasa. Alhamdulillah sekarang air sudah mulai turun,” kata Fahmi.
Menurutnya, meski kondisi berangsur membaik, air masih berpotensi naik kembali jika hujan turun.
“Kalau hujan lagi, air bisa naik sekitar dua jari. Tapi sekarang sudah mulai surut,” jelasnya.
Ia memperkirakan banjir baru akan benar-benar surut dalam waktu lebih dari sepekan, tergantung kondisi cuaca ke depan.
“Perkiraan bisa surut satu minggu lebih, itu pun kalau tidak ada hujan lagi, kalau hujan lagi naik sekitar dua jari,” ujarnya.
Akibat banjir, sejumlah agenda warga terpaksa ditunda, termasuk rencana kegiatan keagamaan.
“Padahal malam Selasa kami rencana mau menggelar maulid, tapi karena banjir akhirnya ditunda dulu,” ungkap Fahmi.
Warga berharap cuaca segera membaik agar genangan air cepat surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.
“Mudahan-mudahan tidak ada hujan lagi dan air bisa cepat surut,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dr Hj Erny Wahdini menyebutkan, banjir telah meluas di wilayah Kabupaten Banjar.
“Wilayah terdampak banjir saat ini mencakup 14 kecamatan dan kurang lebih 297 desa. Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, jumlah desa terdampak berpotensi bertambah.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan susulan. (airlangga)
Editor: Abadi





