Asa Baru untuk Adel dan Jailani, Kapolda Kalsel Tanggung Operasi Kakak Beradik Yatim Piatu Korban Kecelakaan Maut

Luapan kasih sayang Kapolda Kalsel Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Yennie Rosyanto Yudha memotivasi Adel dan adiknya untuk tetap semangat menggapai cita-cita.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tiga tahun sudah Felina Delfi atau Adel (11) dan adiknya, Jailani (5), warga Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, hidup dalam keterbatasan fisik akibat kecelakaan maut yang merenggut nyawa ayah dan ibu mereka, Muhammad Haris dan Khusnul khatimah.

Harapan baru akhirnya hadir saat Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, menjenguk mereka bersama jajaran PJU dan Bhayangkari Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Senin (19/1/2026), dan menyatakan menanggung seluruh biaya operasi keduanya.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada tahun 2022 di wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah. Kecelakaan terjadi saat satu keluarga tersebut berboncengan satu sepeda motor.

“Naik motornya itu berboncengan, di depan itu si Adel, ayahnya, terus di tengah itu si Jailani, di belakangnya ibunya,” kenang sang nenek, Anisa Marita mewakili pihak keluarga.

Dikatakannya Marita, peristiwa kecelakaan terjadi saat motor yang dikendarai melintasi jalan aspal yang rusak, sebuah truk yang hendak menyalip menyerempet motor mereka dari arah belakang samping.

Benturan keras tersebut membuat ayah mereka, Muhammad Haris, meninggal dunia beberapa menit setelah tiba di Puskesmas. Sementara sang ibu, Husnul Khatimah, menyusul tak lama kemudian setelah mengalami pendarahan hebat.

Adel dan Jailani selamat, namun harus menanggung luka fisik. Adel mengalami gangguan motorik pada tangan kanan sehingga tidak bisa menggenggam, dan Jailani luka pada kaki kiri yang meninggalkan bekas.

Selama setahun lebih, pihak keluarga terpaksa menyimpan rahasia pahit tentang kematian orang tua mereka agar tidak membebani mental anak-anak yang masih kecil.

“Lama-lama kan dia tanya, ‘di mana bapakku, mamaku kok belum pulang?’ Kita bilangin, ‘iya masih kerja’, alasan gitu aja semestinya,” tutur nenek dengan nada lirih.

Selain luka fisik, Jailani menderita trauma psikologis yang mendalam terhadap lingkungan rumah sakit.

“Anaknya yang si Jailani aja, dia sampai trauma melihat dokter dia ngamuk, menangis histeris,” tambahnya.

Bagi sang nenek, bantuan ini lebih dari sekadar pengobatan cuma-cuma. Ia berharap Adel dapat meraih cita-citanya menjadi seorang guru meski dengan keterbatasan yang ada dan luka di kaki kiri Jailani sembuh.

“Ulun (saya) enggak menghayal untuk 100 persen. Setidaknya dia bisa menggaruk, bisa mengikat rambut, bisa pakai kerudung. Mudah-mudahan kabul juga hasrat hatinya,” tutup sang nenek penuh rasa syukur atas kepedulian Kapolda Kalsel Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan.

Takdir pahit yang dijalani Adel dan Jailani jadi perhatian serius Bhayangkari Kalsel untuk memprioritaskan trauma healing sebelum tindakan medis dilakukan. Bertemu Adel dan Jailani, Bhayangkari Kalsel memberi hadiah boneka, mainan, dan makanan kedua anak kecil itu.

“Kami akan melakukan trauma healing. Sejauh mana, sedalam apa trauma anak-anak ini terhadap kecelakaan yang telah dia diderita selama ini. Semoga Ananda Adel dan Ananda Jailani segera diberikan kesembuhan, kepulihan,” ucap Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Yennie Rosyanto Yudha.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, mengatakan awal mula mengetahui kondisi Adel dan Jailani saat meninjau banjir di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar pada Sabtu 17 Januari 2026.

Kemudian, Kapolda membujuk pihak keluarga Adel dan Jailani berobat ke rumah sakit dan siap menanggung biaya pengobatan.

Baca Juga : Kecelakaan di Jembatan Kembar Kayutangi, Pengendara Motor Plat Merah Tewas Ditempat

Baca Juga : Efisiensi Anggaran, Pemko Banjarmasin Hanya Tanggung BPJS Kesehatan 45 Ribu Warga yang Masuk DTKS

Kapolda menegaskan bahwa tindakan medis ini dilakukan demi masa depan kedua anak tersebut. Jailani dijadwalkan menjalani operasi kaki pada hari Rabu mendatang oleh tim dokter ahli, spesialis bedah dr. Indro Sp.B.

Sementara untuk Adel, tim medis yang dipimpin dr. Aditya, Sp,OT masih melakukan pengkajian mendalam terkait cedera saraf di tangan kanannya.

Kapolda menyampaikan, tindakan medis akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil kajian tim dokter. Operasi rencananya dilaksanakan di Banjarmasin, baik di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Namun apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, kedua anak tersebut akan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

“Pengobatan akan kita lakukan sampai nanti mereka kembali normal. Ini untuk masa depan mereka,” ujar Kapolda.

Ia menjelaskan, meski kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka terjadi sekitar tiga tahun lalu, kondisi fisik kedua anak relatif stabil. Cedera yang tersisa berupa bekas luka dan fraktur lama yang kini memerlukan penanganan medis lanjutan.

“Alhamdulillah, kondisinya sehat. Lukanya tinggal bekas saja dan itu nanti akan ditindaklanjuti oleh dokter di Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

Kapolda mengaku tersentuh untuk membantu karena memikirkan masa depan kedua anak tersebut. Menurutnya, pemulihan kesehatan menjadi langkah penting agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

“Kita ingin mengembalikan masa depan mereka supaya ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Terkait respons keluarga, Kapolda menyebutkan bahwa pada awalnya pihak keluarga sempat keberatan dilakukan operasi. Namun setelah diberikan pendampingan dan perhatian, keluarga akhirnya menyetujui tindakan medis tersebut.

“Sekarang anak-anak ini kita rawat untuk persiapan operasi,” ucapnya.

Kapolda juga membuka kemungkinan adanya bantuan lanjutan bagi kedua anak yatim piatu tersebut. Ia mengatakan rencana ke depan akan dibahas bersama para Pejabat Utama Polda Kalsel.

“Nanti akan kita diskusikan dengan PJU. Konsepnya seperti apa, dalam satu dua hari ini akan kita rapatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, menjelaskan bahwa kondisi Adel masih memerlukan pemeriksaan lanjutan sebelum ditentukan tindakan medis selanjutnya.

Menurutnya, tim dokter belum dapat memastikan secara pasti sumber gangguan yang dialami Felini, apakah disebabkan oleh saraf pusat yang terjepit atau faktor medis lainnya.

“Karena itu, kami belum bisa memastikan tindakannya akan dilakukan di mana, apakah di Rumah Sakit Bhayangkara atau perlu dirujuk ke rumah sakit lain, termasuk kemungkinan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” jelasnya.

Sedangkan, tindakan medis terhadap adiknya, Jailani, telah diputuskan. Operasi terhadap anak laki-laki tersebut telah dijadwalkan pada Rabu 21 Januari 2026. Terkait peluang kesembuhan, Kabid Dokkes menyampaikan bahwa prognosis Jailani dinilai baik.

“Insya Allah prognosisnya bagus. Kita doakan semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga operasi dapat berjalan lancar dan hasilnya juga baik,” tandasnya. (rizqon)

Editor: Abadi