BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tiga tahun telah berlalu sejak kecelakaan tragis di wilayah Anjir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang merenggut nyawa sepasang orang tua dan menyisakan luka mendalam bagi dua anak mereka yakni Felina Delfi atau Adel (11) dan adiknya, Jailani (5).
Dua anak warga Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini, ditinggal kedua orang tuanya yakni, Muhammad Haris dan Khusnul khatimah, saat kecelakaan maut, di daerah Anjir, Kabupatan Kapuas, Kalimantan Tengah.
Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Selatan, Uzlah, didampingi Sekretaris DPW APBMI Muhammad Novel serta sejumlah anggota APBMI, menyambangi langsung dua anak yatim piatu tersebut, Adel dan Jaelani, yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak kecelakaan yang mengubah hidup mereka.
Saat ini, Adel, sang kakak, masih menjalani perawatan intensif. Sementara Jaelani, adiknya, baru saja menjalani operasi pada bagian kaki dan masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Uzlah menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kunjungan ini, menurutnya, merupakan wujud kepedulian sosial APBMI Kalsel terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
“Kami atas nama Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, kebetulan saya Ketua APBMI Kalsel, didampingi Sekretaris DPW APBMI kami, Muhammad Novel, datang ke Rumah Sakit, Bhayangkara untuk melihat langsung kondisi ananda Jaelani dan kakaknya Adel,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi kedua anak tersebut pertama kali diterima melalui media sosial. Kisah mereka yang kehilangan orang tua akibat kecelakaan, ditambah latar belakang berasal dari wilayah terdampak banjir, membuat hati banyak pihak tergerak, termasuk APBMI Kalsel.
Baca Juga : APBMI Kalsel Turun ke Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan Tunai untuk Warga Sungai Pinang Baru
Baca Juga : Pengurus DPW APBMI Kalsel Periode 2022-2027 Resmi Dilantik
“Kami mendapatkan informasi dari media sosial mengenai adanya anak yatim yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu, terlebih mereka juga berasal dari wilayah terdampak banjir. Hal ini sangat menggugah rasa kemanusiaan kami,” jelasnya.
Uzlah menambahkan, sebelumnya APBMI Kalsel juga aktif menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah banjir di Kalimantan Selatan. Saat turun langsung ke lapangan, pihaknya kembali mendapatkan informasi mengenai kondisi Adel dan Jaelani, hingga akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke rumah sakit.
“Kami ingin memastikan secara langsung keadaan ananda, sekaligus memberikan dukungan moral dan berharap ada harapan serta kesembuhan bagi mereka ke depan,” tambahnya.
Ia menegaskan, kehadiran APBMI Kalsel bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap sesama, khususnya anak-anak yang tengah berjuang di tengah keterbatasan.
“Kehadiran kami di sini untuk menyampaikan rasa keprihatinan dan memberikan semangat kepada ananda zailani dan kakaknya yang mengalami kecelakaan empat tahun lalu. Kami berharap penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara dapat berjalan dengan baik hingga mereka pulih,” harapnya.
Tak hanya memberi dukungan moral, APBMI Kalsel juga menyerahkan bantuan guna membantu meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung.
“Upaya bantuan yang kami berikan semoga dapat sedikit membantu meringankan serta menjadi penyemangat bagi adik Jaelani dan kakaknya,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





