BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pampangan ilung kembali menyerang di Sungai Martapura Banjarmasin. Tumpukan sampah bercampur ilung tersebut berada di bawah jembatan Pasar Lama.
Atas hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizal, menginginkan agar alat penangkap pampangan ilung di Sungai Martapura, kawasan Banua Anyar, difungsikan secara maksimal.
“Melihat kondisi Sungai Martapura yang masih terjadi tumpukan sampah dan eceng gondok atau ilung, sehingga mengganggu transportasi sungai. Saya rasa alat itu harus difungsikan,” katanya.
Menurutnya, pampangan tersebut kerap menumpuk di aliran sungai yang berada di bawah jembatan di Banjarmasin, seperti di Jembatan Sudimampir dan Jembatan Antasari serta Pasar Lama.
Baca Juga Tumpukan Enceng Gondok di Bawah Jembatan Pasar Lama Ganggu Lalu Lintas Sungai Martapura
Baca Juga Diminta Enam Fraksi, DPRD Banjarmasin Bakal Kembali Reses Perorangan
“Karena ada tiang jembatan jadi pampangan tertahan,” ujarnya.
Dia pun mengenang, di era walikota sebelumnya untuk mengatasi dan mengurangi masuknya pampangan, dibuatkan alat penangkap ilung di kawasan Banua Anyar. “Harusnya bangunan itu difungsikan secara maksimal,” katanya lagi.
Sebab, kata dia, bangunan penangkap ilung itu dinilai cukup memberikan dampak positif. Sebab, bisa mengurangi masuknya material sampah ke dalam kota.
“Harusnya difungsikan kembali, minimal bisa mengurangi pampangan sampah yang masuk ke aliran sungai Martapura Banjarmasin,” sebutnya. (farid)
Editor : Amran





