Aksi Premanisme Terekam CCTV, Pedagang Kios di Martapura Lama Mengaku Ketakutan

Tangkap layar rekaman cctv aksi premanisme di depan kios kawasan sungai tabuk

MARTAPURA, klikkalsel.com – Video Viral, Aksi premanisme kembali meresahkan pedagang kecil di Kabupaten Banjar. Seorang pemilik kios di Jalan Martapura Lama, Kilometer 8, Kecamatan Sungai Tabuk, mengaku trauma setelah mendapat teror berulang dari dua pria bersenjata tajam.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.00 Wita dan Videonya viral di sosial media dimana dua pria datang mengendarai sepeda motor ke kios yang diketahui milik Sulaiman (33).

Kedatangan mereka bukan untuk berbelanja, melainkan melontarkan ancaman. Aksi tersebut terekam jelas kamera CCTV yang terpasang di kios.

Dalam rekaman video, salah satu pelaku terlihat memegang senjata tajam, sementara rekannya diduga menyelipkan sajam di balik pakaian. Keduanya tampak dalam kondisi sempoyongan dan diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Menurut Sulaiman, teror itu dipicu persoalan sepele. Ia sebelumnya menolak permintaan pelaku yang ingin berutang rokok. Penolakan tersebut diduga membuat keduanya tersinggung hingga berujung ancaman.

Baca Juga : Perumda Pasar Baiman Mulai Rehabilitasi Pasar Sentra Antasari: Dimulai dengan Aksi Bersih-bersih

Baca Juga : Ungkap Kasus Premanisme, Polres HST Gelar Konferensi Pers Ops Sikat Intan 2025

“Mereka datang mengancam karena pernah saya tolak saat mau berhutang rokok,” Sulaiman, Jumat (2/1/2026).

Ia mengaku mengenali kedua pelaku karena kerap berbelanja di kiosnya. Salah satunya bernama Hamdani, warga Sungai Lulut, sementara rekannya Rahmani, warga Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk.

Namun, Sulaiman semakin cemas, aksi intimidasi itu bukan yang pertama. Ia menyebut sebelumnya pernah mengalami ancaman serupa, bahkan senjata tajam sempat ditempelkan ke tubuhnya.

“Ini sudah berulang. Dulu juga pernah diancam sampai ditempeli sajam ke badan. Saya merasa benar-benar diteror,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Sulaiman mengaku khawatir keselamatan dirinya terancam dan aktivitas usahanya terganggu. Ia pun memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sungai Tabuk.

“Laporannya masih dalam proses. Saya takut mereka datang lagi dan bertindak lebih nekat,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi