BANJARMASIN, klikkalsel – Warga Banjarmasin yang lebih senang bermukim di sepanjang sungai. Sehingga jalan titian masih dijumpai di kawasan sungai.
Namun sayangnya, keberadaan jalan titian tersebut kondisinya masih banyak yang sangat memprihatinkan, seperti kawasan Kelayan Timur, Kuin Kacil hingga Murung Selong.
Jelas saja, hal itu mendapat sorotan Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Aliansyah dan meminta Pemko Banjarmasin melalui Dinas PUPR Banjarmasin menginventarisir titian-titian yang kurang layak.
Apalagi, sebutnya, warga Gang Harapan Mulia RT 21, Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan mengeluhkan titian rusak kepadanya.
“Memang keberadaan jalan titian, masih menjadi jalur transfortasi warga dalam beraktivitas, namun hingga saat ini masih banyak titian tersebut yang rusak, sehingga bisa membahayakan warga yang melintas,†katanya.
Anggota Fraksi PKS DPRD Banjarmasin ini berharap perbaikan titian rusak bisa menjadi skala prioritas dalam perbaikan.
Mengingat, kata dia, sudah beberapa warga yang jatuh ke sungai, lantaran papan titian dan tiang pondasinya sudah tidak kuat.
“Saya harap agar titian tersebut bisa dilakukan perbaikan sesegeranya, atau hanya diperbaiki sementara menggunakan papan jembatan bongkaran yang ada di Dinas PUPR Banjarmasin, karena hingga saat ini untuk perbaikan dilakukan oleh masyarakat secara swadaya,“ ketusnya.
Titian di Kelayan Timur itu digunakan oleh tiga RT untuk akses menuju menuju pesantren, pasar, pemakaman dan aktivitas lainnya.
Terkait titian Murung Selong, ia sepakat ada revisi RTRW dengan menjadikan kawasan pemukiman dari zona ruang terbuka hijau. Sehingga pembangunan Murung Selong bisa dikembangkan.
“Untuk jalan titian kalau bisa sudah menggunakan betonisasi,” pungkasnya. (farid)
Editor : Alfarabi





