Mantan Karyawan PT Mitra Golden Valasindo Ungkap Posisi Senator DY Hanya Investor

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Muncul fakta baru dari pihak mantan karyawan PT Mitra Golden Valasindo terkait polemik investasi perusahaan money changer di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, yang turut menyeret nama anggota DPD RI asal Kalimantan Selatan berinisial DY.

Mantan karyawan perusahaan tersebut berinisial MR mengungkapkan, sepanjang pengetahuannya, DY hanya berkedudukan sebagai investor dan bukan pihak yang menjalankan usaha PT Mitra Golden Valasindo.

Keterangan itu disampaikan MR saat mendampingi tim kuasa hukum DY dalam memberikan klarifikasi atas berbagai tudingan yang berkembang di masyarakat, Senin (12/10/2026) malam di kantor Angga Parwito Law Firm, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin.

MR mengaku telah bekerja di perusahaan tersebut sejak awal beroperasi hingga Juli 2026. Selama bekerja, ia menyebut hanya mengetahui DY sebagai pihak yang menanamkan modal di perusahaan tersebut.

Sementara keberadaan lima investor lainnya baru diketahuinya setelah persoalan investasi mencuat pada pertengahan 2026.

Baca Juga : Dugaan Penipuan Investasi Money Changer, Kuasa Hukum: DY Juga Korban

Baca Juga : Investasi Money Changer Rp600 Juta Bermasalah, Dugaan Aliran Dana ke Anggota DPD RI Kalsel Muncul

“Baru tahu lima orang investor lain pada bulan Juli awal setelah ada masalah,” ungkapnya.

MR juga mengungkapkan bahwa selama bekerja, dirinya mengetahui adanya upaya penagihan pengembalian dana investasi dari pihak DY kepada perusahaan.

Menurutnya, orang yang mewakili DY beberapa kali mendatangi kantor PT Mitra Golden Valasindo untuk meminta kejelasan pengembalian dana.

“Karena orang DY sering ke kantor,” tuturnya.

Berdasarkan pengetahuannya, dana investasi yang ditanamkan DY belum dikembalikan secara keseluruhan.

Keterangan MR tersebut sejalan dengan penjelasan kuasa hukum DY, Angga D. Saputra dari Angga Parwito Law Firm, yang menyatakan kliennya juga mengalami kerugian dalam kerja sama investasi tersebut. (airlangga)

Editor: Abadi