Dinas Pendidikan Takziah ke Rumah Guru yang Menjadi Korban Karhutla: Perhatian untuk Keluarga dan Keselamatan Sekolah

Pihak Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin saat menyambangi rumah keluarga almarhum

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Duka atas meninggalnya seorang guru di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mengundang perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

Tak sekadar menyampaikan belasungkawa, Disdik juga memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengevaluasi langkah perlindungan bagi warga satuan pendidikan dari risiko gangguan pernapasan.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mendatangi kediaman keluarga almarhumah di kawasan Sungai Andai, Jalan Padat Karya, Kompleks Herlina, Gang Zamrud, RT 55, Banjarmasin Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Ryan menyampaikan takziah sekaligus menyerahkan tali asih dari Disdik sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.

“Saya sudah berkunjung ke rumah keluarga almarhumah guru. Saya menyampaikan takziah dan amanah perhatian dari Bapak serta Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, keluarga menerima dengan baik,” ujar Ryan.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini. Ryan juga mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Di balik kunjungan tersebut, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan guru dan siswa, terutama ketika kabut asap menyelimuti wilayah Banjarmasin.

Baca Juga : UNISKA Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla dengan Siapkan Tim Damkar

Baca Juga : Padamkan Karhutla, BPBD Bahas Kemungkinan Bantuan Operasional BPK Swasta

Ryan mengatakan, Disdik akan mengevaluasi langkah mitigasi di lingkungan sekolah agar warga satuan pendidikan yang rentan terhadap gangguan pernapasan mendapatkan perlindungan sesuai kondisi kesehatan dan kualitas udara.

“Ini juga menjadi perhatian dan evaluasi kita. Dalam masa karhutla seperti sekarang, sekolah harus memitigasi warga satuan pendidikan yang rentan terhadap penyakit pernapasan, sehingga kalau kondisinya tidak memungkinkan, mereka tetap berada di rumah,” terangnya.

Menurutnya, keselamatan warga sekolah harus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar saat kualitas udara memburuk.

Sekolah diharapkan mampu mengambil langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko paparan asap, khususnya bagi guru maupun siswa yang memiliki riwayat penyakit atau rentan mengalami gangguan pernapasan.

Selain menyampaikan dukungan moril, Disdik Banjarmasin juga membuka ruang bantuan bagi keluarga apabila menghadapi kendala dalam mengurus hak-hak almarhumah.

Salah satu hal yang dapat difasilitasi adalah pengurusan administrasi, termasuk jika keluarga mengalami kesulitan dalam proses klaim melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ada kesulitan dalam pengurusan dan administrasinya, nanti akan kita fasilitasi,” tandasnya.(fachrul)

Editor: Amran