BANJARMASIN, klikkalsel.com – Proses pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 mulai memasuki tahap penentuan perusahaan salvage. Dari sejumlah perusahaan yang mengikuti tender, pilihan kini mengerucut pada dua vendor dari negara Amerika atau Inggris.
Juru Bicara Owner KM Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki, mengatakan tender tersebut ditangani pihak asuransi sebagai bagian dari pertanggungan kapal.
Menurut dia, sejumlah perusahaan telah mengikuti proses tender dan kini masuk dalam tahap pembahasan serta presentasi. Namun, belum ada keputusan final mengenai perusahaan yang akan mengerjakan pengangkatan bangkai kapal di perairan Laut Jawa tersebut.
“Tahapan saat ini itu sudah melakukan pembukaan tender, jadi sudah ada beberapa yang masuk. Yang masuk ini sudah dalam tahap pembicaraan,” ucapnya kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (1/10/2026) sore.
Simson menyebut dari sejumlah peserta tender, proses seleksi kini mengerucut pada dua perusahaan. Namun, ia belum bersedia menyebutkan identitas kedua vendor karena proses penentuan masih berlangsung.
“Sejauh ini vendor sudah mengerucut, saya belum bisa menyebutkan perusahaannya, karena masih dalam proses. Tapi yang saya konfirmasi hari ini sudah ada dua nama,” ujarnya.
Menurut Simson, peluang pekerjaan salvage terbuka bagi perusahaan lokal maupun internasional. Jika perusahaan asing yang terpilih, pelaksanaan pekerjaan di Indonesia tetap membutuhkan kerja sama dengan perusahaan lokal.
Baca Juga : Nahkoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Polisi Dalami Pihak Lain
Baca Juga : Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Korban KM Virgo dari RS Bhayangkara hingga Bandara
Ia menjelaskan, penentuan vendor tidak hanya mempertimbangkan kemampuan perusahaan, tetapi juga pengalaman, peralatan, serta metode kerja yang sesuai dengan kondisi bangkai KM Virgo.
Pasalnya, proses pengangkatan kapal yang berada di bawah air memiliki risiko cukup besar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi struktur kapal yang dapat berubah atau bahkan patah saat proses evakuasi.
“Tidak bisa sembarangan mengangkat ini, ada risiko kapal bisa patah dan menyebabkan polusi pada laut,” ujarnya.
Simson mengatakan sejumlah peserta tender masih menjalani presentasi dan pembahasan sebelum keputusan akhir diambil oleh pihak yang berwenang. Kajian mengenai metode pengangkatan dan risiko pekerjaan menjadi bagian dari proses tersebut.
Pihak owner juga telah mengirimkan surat kepada perusahaan asuransi agar proses penunjukan kontraktor dapat dipercepat. Komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan turut dilakukan agar pekerjaan salvage segera masuk tahap pelaksanaan.
“Kami bahkan sudah mengajukan surat kepada pihak insurance, pertama kali adalah menunjuk, kemudian ada tahapan lagi, tahapan itu yang kami minta dipercepat. Ini juga sudah banyak menguras waktu dan tenaga,” sebutnya.
Simson berharap proses penentuan vendor segera selesai sehingga pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 dapat dimulai pada Oktober 2026.
Meski demikian, ia menegaskan belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan karena keputusan akhir masih bergantung pada hasil kajian dan penunjukan kontraktor.
“Kami tak bisa memastikan,” tandasnya.
Setelah vendor terpilih, metode dan waktu pelaksanaan salvage akan ditentukan berdasarkan kajian teknis perusahaan asuransi bersama kontraktor. Pihak owner, kata Simson, tetap menjalankan tanggung jawabnya hingga proses penanganan KM Virgo Transport 8 selesai. (rizqan)
Editor: Abadi







