BANJARMASIN, klikkalsel.com – Satlantas Polresta Banjarmasin langsung mengamankan sopir dump truk DA 8271 JH berinisial AB (25), setelah kendaraan yang dikemudikannya terlibat kecelakaan maut di kawasan Bundaran KB, Jalan Sutoyo S, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (28/9/2026) malam.
Dalam kecelakaan tersebut, seorang pelajar perempuan berinisial ZA (17), siswi kelas XII IPS SMA Negeri 1 Banjarmasin, meninggal dunia.
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengatakan, sopir dump truk diamankan sekitar satu jam setelah kejadian.
“Benar sopir berinisial AB (25) dan sudah diamankan di Polresta Banjarmasin,” jelas Embang, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi kecelakaan yang menewaskan pelajar tersebut.
Sopir saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polresta Banjarmasin. Polisi juga akan melakukan olah penyelidikan di lokasi kejadian serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
“Sopir diamankan beserta barang bukti, kita masih melakukan lidik untuk mengetahui pasti kronologis kejadian,” tuturnya.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Korban saat itu diketahui mengendarai sepeda motor Vespa Sprint bernomor polisi DA 5978 CX seorang diri.
ZA diduga baru pulang dari tempat bimbingan belajar di kawasan Jalan Sutoyo S dan melaju menuju arah Jalan S Parman.
Baca Juga : Kecelakaan Maut di Dekat SMPN 18, Dua Nyawa Melayang Akibat Balap Liar
Baca Juga : Sempat Jadi Pertanyaan Publik, Polisi Ungkap Data Motor Plat Merah Kecelakaan Maut Jembatan Kembar
Saat memasuki tikungan di sekitar Bundaran KB, sepeda motor korban terlibat kecelakaan dengan dump truk yang melaju searah.
Sejumlah saksi di sekitar lokasi mengaku tidak mengetahui persis detik-detik kecelakaan. Mereka hanya mengetahui kejadian setelah mendengar suara benturan keras.
Seorang juru parkir yang berada tidak jauh dari lokasi mengatakan, dirinya langsung mendatangi lokasi setelah mendengar suara benturan.
“Saya tidak melihat persis bagaimana kejadiannya, karena sudah sedikit melewati tikungan. Saya tahu karena mendengar bunyi benturan, langsung kami berlari,” tuturnya.
Sesampainya di lokasi, warga melihat sepeda motor korban mengalami kerusakan pada bagian belakang. Sementara dump truk juga berada di lokasi kejadian.
“Saya melihat bagian belakang motor rusak. Lawannya dump truk,” ungkapnya.
Kesaksian serupa disampaikan Badar (48), seorang Supeltas yang bertugas di pertigaan tak jauh dari lokasi. Ia mengaku tidak melihat langsung peristiwa tersebut karena tengah mengatur arus lalu lintas yang cukup ramai.
“Saya berdiri di tengah pertigaan dan terlindung bunyi kendaraan KB itu. Tahu setelah mendengar bunyi benturan, dan melihat ada truk juga di sana,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan untuk memastikan rangkaian kejadian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Polisi belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung. (airlangga)
Editor: Abadi







