BANJARMASIN, klikkalsel.com – Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Banjarmasin terus memperluas sosialisasi domino sebagai olahraga prestasi.
Kali ini, kalangan mahasiswa menjadi sasaran melalui program Orado Banjarmasin Go to Campus yang digelar di Aula Asywadi Syukur, UIN Antasari Banjarmasin.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Banjarmasin.
Di antaranya UIN Antasari, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB, Universitas Terbuka (UT), hingga Universitas Achmad Yani (UVAYA).
Ketua Orado Banjarmasin, Rikval Fachruri, mengatakan sosialisasi ke kampus merupakan bagian dari upaya memperkenalkan domino sebagai olahraga yang memiliki aturan dan regulasi pertandingan.
Kegiatan ini juga melanjutkan sosialisasi yang sebelumnya dilakukan Orado Banjarmasin ke lingkungan sekolah dan masyarakat umum.
“Ini sosialisasi olahraga domino di kampus sebagai bagian dari rangkaian ke beberapa tempat. Sebelumnya kita sudah ke sekolah dan masyarakat yang mendapat respon sangat positif,” ujar Rikval
“Tujuannya merubah paradigma, karena dulu domino sering dikonotasikan dengan judi. Padahal sekarang sudah resmi masuk KONI dan diakui sebagai cabang olahraga permainan,” sambungnya.
Menurutnya, mahasiswa menjadi salah satu kelompok potensial untuk dibina. Sebab, domino prestasi memiliki mekanisme pertandingan yang berbeda dengan permainan domino yang selama ini dikenal masyarakat.
Baca Juga : Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Banjarmasin Gelar Turnamen Domino Bersama Media dan Masyarakat
Baca Juga : Domino Masuk Cabang Olahraga, HST Gelar Seleksi Atlet
Selain memperluas pemahaman, sosialisasi tersebut sekaligus menjadi upaya Orado Banjarmasin menjaring bibit atlet untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.
“Kejuaraan domino kini ada di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Dalam waktu dekat ada event menyambut Hari Kemerdekaan pada 28–29 Agustus di Sekretariat Bersama, disusul kejuaraan Wali Kota Cup pada 18–20 September. Maka dari itu, sosialisasi terus kami masifkan,” terangnya.
Program Orado Banjarmasin Go to Campus mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa.
Perwakilan mahasiswa UIN Antasari, Khairul Fikry, menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai olahraga domino.
Menurutnya, selama ini masih terdapat keraguan di kalangan masyarakat karena domino kerap dikaitkan dengan aktivitas perjudian.
Namun, melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa dapat mengetahui adanya wadah resmi yang menaungi domino sebagai olahraga prestasi.
“Sosialisasi ini sangat positif, jadi kita lebih tahu Orado seperti apa. Dulu sempat ragu dan riset dulu di media sosial serta fatwa keagamaan untuk memastikan kehalalan dan legalitasnya. Ternyata memang legal dan diakui KONI,” ungkapnya.
Ia menyebut permainan domino sebenarnya cukup dekat dengan kalangan mahasiswa. Dengan adanya organisasi dan kompetisi resmi, aktivitas tersebut dinilai dapat diarahkan menjadi kegiatan olahraga yang lebih positif dan berprestasi.
“Teman-teman mahasiswa banyak yang suka main domino, jadi sekarang ada wadah resmi yang positif dan bisa diarahkan ke ajang perlombaan,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran






