BANJARMASIN, klikkalsel.com – Banjir rob yang terjadi kembali menimbulkan persoalan serius di Kota Banjarmasin. Tak hanya merendam permukiman dan badan jalan, air pasang kali ini juga menyeret tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Diantaranya terpantau di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kecamatan Banjarmasin Timur, sampah di TPS tersebut berserakan ke badan jalan, Sabtu (3/1/2026).
Genangan air di kawasan tersebut rata-rata mencapai di atas mata kaki orang dewasa, bahkan di beberapa titik setinggi lutut. Kondisi ini diperparah dengan sampah dari TPS yang hanyut terbawa arus banjir rob, mengotori jalan dan area sekitar.
Tumpukan sampah yang mengapung itu menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu aktivitas warga dan para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi.
Salah satunya dirasakan pedagang buah durian keliling yang biasa mangkal di kawasan tersebut.
Anang, seorang pedagang setempat, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 19.00 Wita dan mencapai puncaknya pada malam hari.
Baca Juga : Menuju 2045, Pemkab Banjar Susun Strategi Radikal Kelola Sampah Modern
Baca Juga : Bank Kalsel Salurkan Bantuan Banjir untuk Warga Terdampak Banjir di Balangan dan Banjar
“Air mulai naik sekitar jam tujuh malam dan baru benar-benar surut tengah malam,” ujarnya.
Ia mengeluhkan kondisi TPS yang sampahnya tidak segera diangkut sebelum air pasang. Akibatnya, saat banjir rob datang, sampah langsung hanyut dan menyebar ke mana-mana.
“Kalau air pasang begini, sampahnya pasti terbawa arus. Baunya menyengat dan sangat mengganggu,” imbuhnya.
Selain berdampak pada pedagang, sampah dan genangan air juga mengganggu kelancaran lalu lintas. Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melintasi genangan, namun tak sedikit yang akhirnya harus mendorong kendaraannya akibat mogok di tengah jalan.
“Banyak motor mogok saat nekat lewat,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Pangeran Hidayatullah sempat tersendat. Sejumlah pengendara memilih memutar balik untuk menghindari genangan air bercampur sampah. (airlangga)
Editor: Abadi





