BANJARMASIN, klikkalsel.com – Banjir yang menggenangi Kelurahan Sungai Lulut selama hampir dua pekan tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga memunculkan ancaman berbagai penyakit.
Genangan banjir yang sampai saat ini tak kunjung surut, membuat warga yang terdampak mengeluhkan berbagai macam penyakit.
Seperti yang dikatakan Mariana, Warga Jalan Rahayu, Komplek Pembina 4 Ujung, RT 8 RW 1, bahwa dirinya bersama enam anggota keluarganya menderita penyakit kutu air akibat kaki yang setiap hari terendam banjir.
“Selain itu, ada penyakit gatal-gatal pada kulit yang sering menyerang anak-anak, karena kondisi genangan air banjir yang kotor,” ucapnga, Sabtu (3/1/2026).
Selain gangguan kulit, ia mengatakan bahwa beberapa warga lain juga mengeluhkan hal lainnya seperti sakit pada kaki, demam, hingga meriang. Kondisi itu tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.
“Jadi rata-rata warga di sini pasti pernah, karena penyakit tadi pemicunya banjir ini,” tuturnya.
Baca Juga : Sungai Lulut Jadi Titik Rawan Banjir Kiriman, BPBD Banjarmasin Harapkan Kolaborasi Lintas Daerah
Baca Juga : Sejumlah Wilayah Kalsel Dilanda Banjir, Ketua DPRD Kalsel Dorong Relokasi Warga Bantaran Sungai
Kendati demikian, ia bersyukur karena tenaga medis dari Puskesmas terdekat turun langsung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi warga yang mengungsi.
“Jadi alhamdulillah kami diperiksa kesehatannya dan diberi obat,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Camat Banjarmasin Timur, Eka Rahayu Normasari, yang pada kesempatan itu juga turun langsung melihat kondisi warganya, membenarkan bahwa layanan kesehatan dari Puskesmas setempat telah diberikan kepada warga terdampak banjir.
Namun, ia mengakui jumlah bantuan kesehatan yang tersedia masih terbatas jika dibandingkan dengan banyaknya warga terdampak.
“Kita masih kekurangan, untuk melakukan pengecekan kesehatan dan siaga bagi warga terdampak banjir,” terangnya.
Ia menegaskan, potensi munculnya berbagai penyakit akibat banjir berkepanjangan sangat besar, mulai dari disentri, batuk, pilek, muntaber, malaria, hingga kutu air.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin agar upaya pencegahan dan penanganan penyakit dapat diperkuat.
“Dalam hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin agar ikut bersiaga memperhatikan kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir supaya bisa tertangani segera,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





