BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin berikan penjelasan terkait insiden kapal penumpang KM Dharma Kartika II yang bertabrakan dengan tongkang milik Tug Boat Crest Omega I, Kamis (17/7/2025).
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, KSOP kelas 1 Banjarmasin, Nikodemus Rantetampang menjelaskan, kecelakaan kapal KM Dharma Kartika II dengan tongkang tersebut kejadiannya di Alur Sungai Barito.
“Dimana KM Dharma Kartika II ini berangkat dari Surabaya tujuan Banjarmasin dengan membawa penumpang kurang lebih 398 dan sampai sekarang semuanya dalam kondisi baik tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Usai kejadian, kapal melanjutkan pelayaran untuk sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan melakukan bongkar muat.
Selain 398 orang penumpang, kapal tersebut juga membawa beberapa kendaraan berupa motor, mobil dan truk yang kurang lebih sesuai dengan manifest sekitar 145 mobil.
“Semuanya juga enggak ada yang mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Baca Juga : Dari Hobi Jadi Industri, Banjarmasin Dorong Talenta Film Lokal ke Kancah Nasional
Baca Juga : Patuh Intan 2025 dari 14 – 27 Juli 2025, Polresta Banjarmasin Kedepankan Sikap Humanis
Sementara itu, Andi Agussalam, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP kelas 1 Banjarmasin menjelaskan kondisi KM Dharma Kartika II saat ini untuk stabilitasnya masih belum ada pengaruh, istilahnya belum ada kemiringan karena memang yang robek itu di Lambung sebelah kanan.
“Akibat insiden itu, kapal mengalami robek sekitar 100 meter dan berada ada sekitar satu setengah meter di atas air. Sehingga air tidak bisa masuk,” ungkapnya.
Kemudian terkait ketika kapal memasuki muara dan ingin sandar ada Kapal Pandu yang menuntun, saat kejadian pandu tersebut sudah ada di atas kapal.
“Posisi pandu sudah diatas kapal dan Pandunya nanti juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan lebih jelas,” ungkapnya.
Sementara ini pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan banyak lantaran masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk mencari tahu laporan terkait kejadiannya Kami rencana memanggil nahkoda masing masing kapal dari dua perusahaan pelayaran tersebut,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





