MARABAHAN, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) semakin serius menangani isu stunting di wilayahnya. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APPKB), Pemkab Batola meluncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Aula Bahalap, Senin (7/7/2025).
Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, membuka acara yang turut dihadiri oleh Sekda Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc., jajaran pejabat SKPD, serta perwakilan mitra seperti UPZ Bakti Bersama Hasnur Grup, Yayasan Hasnur Center, dan Baznas.
Plt. Kepala DP3APPKB Dra. Hj. Auliany menyampaikan laporan kegiatan, sementara Sekda memaparkan teknis program yang diharapkan menjadi langkah efektif menekan angka stunting di Batola.
Baca Juga Pemkab Tanbu Pastikan Renja 2026 Selaras Visi-Misi Kepala Daerah dan RPJMD
Baca Juga Alasan Masih Banding, Pembakal Desa Astambul Belum Dipecat
Dalam sambutannya, Wabup Herman menyatakan bahwa stunting adalah persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.
“Penanganan stunting harus kita lakukan bersama. Ini bukan hanya program pemerintah pusat atau daerah, tapi panggilan nurani kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat cinta dan kepedulian menjadi dasar keberhasilan gerakan ini.
“Jika kita bekerja dengan hati dan tanpa pamrih, kita akan lebih peka terhadap anak-anak yang mengalami stunting. Mereka adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.
Data terbaru mencatat lebih dari seribu anak di Barito Kuala mengalami stunting. Wabup pun meminta seluruh pihak terlibat aktif dan terus mengevaluasi pelaksanaan program agar tepat sasaran.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan dari UPZ Bakti Bersama Hasnur Group dan Yayasan Hasnur Center kepada Pemkab Batola. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab juga memberikan piagam penghargaan kepada pihak yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam gerakan tersebut. (adv)
Editor: Abadi





