Buka Kejurprov Anggar Kalsel 2025, Walikota Banjarmasin Ingin Tunjukkan Komitmen Pemerintah Terhadap Anggar Kalsel

Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel Inf Sigit Purwoko usai membuka Kejurprov Anggar 2025

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kompetisi olahraga bergengsi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar Kalsel 2025 resmi dilaksanakan di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan atlet dari sepuluh kabupaten dan kota se-Kalsel yang akan saling menunjukan kemampuan terbaiknya untuk merebut gelar juara di ajang Kejurprov Anggar Kalsel 2025 ini.

Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang turut hadir dan membuka kegiatan tersebut, menyampaikan kegiatan tersebut bukanlah sekadar seremoni semata.

Dalam Kejurprov Anggar Kalsel 2024 ini turut diikuti sebanyak 250 orang atlet dari 10 kabupaten/kota, yang mana Kejurprov ini sebagai ajang pemanasan, menuju dua ajang besara yakni Porprov XII Kalsel 2025 dan PON 2028. Namun, menurutnya, prestasi tak mungkin dicapai tanpa peran aktif pemerintah.

“Saya ingin kita di Pemko Banjarmasin bisa turun langsung mengecek, apa yang masih kurang, Apakah alatnya? Apakah pelatihnya? Kalau ada celah, kita harus tutup. Jangan biarkan atlet berjuang sendirian,” ucapnya.

Baca Juga Kejurprov Panjat Tebing Kalsel 2025 di Tabalong, Diikuti 143 Atlet

Baca Juga Asprov PSSI Kalsel Gelar Kejurprov Sepak Bola 23-27 April di Tanah Laut, Jadi Syarat Wajib Porprov XII

Yamin juga menambahkan bahwa Kota Banjarmasin siap menjadi garda depan dalam mendukung olahraga prestasi.

“Kita punya potensi, tinggal bagaimana kita rawat dan support secara konsisten. Ini bukan tentang satu cabang, tapi tentang wajah Banjarmasin di mata nasional,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov IKASI Kalsel, Herita Warni, menyampaikan dalam Kejurprov ini mempertandingkam sejumlah nomor.

“Totalnya Ada 22 nomor pertandingan yang kita gelar, dari kategori U10 sampai senior, termasuk beregu. Totalnya ada 112 medali yang diperebutkan,” jelasnya.

Herita menekankan bahwa kejuaraan ini bukan hanya soal menang-kalah, tetapi panggung untuk menilai kesiapan atlet daerah.

“Anggar itu bukan sekadar duel, tapi soal strategi, disiplin, dan mental. Kita ingin atlet kita siap tampil di panggung nasional,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan persera yang mengikuti ada dari Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Keberagaman ini menurut Herita menjadi bukti bahwa anggar di Kalsel tak lagi jadi olahraga minoritas.

“Dulu mungkin anggar dianggap asing, sekarang kita punya atlet peraih medali,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran