Sosial  

81 Remaja Kalsel Dilatih Mandiri Lewat Program Rehabilitasi Sosial

Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial terus berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), salah satunya lewat program rehabilitasi sosial khusus remaja.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Sebanyak 81 remaja terpilih dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel mendapatkan pembinaan dan pelatihan keterampilan melalui Program Rehabilitasi Sosial Klien Remaja Angkatan IX Tahun 2026 yang dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria, Banjarbaru.

Program tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial Prov Kalsel, Gusnanda Effendi, Selasa (27/1/2026).

Gusnanda menegaskan bahwa rehabilitasi sosial ini dirancang untuk membekali anak dan remaja dengan keterampilan hidup, membangun karakter, serta menumbuhkan kemandirian agar siap menghadapi masa depan.

“Melalui program ini, para remaja dibina agar memiliki keterampilan dan perilaku positif sebagai modal hidup. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkepribadian, dan mampu berkontribusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia menyampaikan, masih terdapat anak dan remaja di Kalsel yang belum memperoleh akses pendidikan maupun keterampilan secara optimal. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi memunculkan permasalahan sosial yang lebih luas.

Baca Juga : Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM, Tersangka Peragakan Adegan Hubungan Badan Hingga Cekik Korban

Baca Juga : Tolak Instruksi Menhub, Ratusan Angkutan Sungai Demo KSOP Banjarmasin

Keberadaan PPRSAR Mulia Satria sebagai UPTD Dinas Sosial Provinsi Kalsel diharapkan menjadi solusi strategis dalam memberikan rehabilitasi sosial yang menyeluruh, mulai dari pembinaan mental, penguatan motivasi, hingga pelatihan keterampilan bagi generasi muda.

Pada kesempatan itu, Gusnanda juga mengajak seluruh para remaja untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menaati aturan dan arahan pembimbing selama proses rehabilitasi.

“Jalani proses ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Semoga keterampilan dan nilai-nilai positif yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Diketahui, dari total 81 remaja yang mengikuti program ini, terdiri atas 77 klien remaja dan 4 klien Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). (rizqon )

Editor: Abadi