MARABAHAN, klikkalsel.com – Sudah 16 hari warga Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), bertahan di tengah genangan banjir yang belum juga surut, Minggu (11/1/2026).
Air masih menggenangi ratusan rumah, memutus akses desa, dan membuat kehidupan warga serba terbatas. Di tengah kondisi itu warga berharap adanya bantuan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tanipah Ahmad Ridani mengatakan, Data Pemerintah Desa Tanipah mencatat 280 rumah terdampak banjir, dengan 318 kepala keluarga (KK) atau 991 jiwa.
“Di antaranya terdapat 56 balita dan 7 ibu hamil yang kini berada di desa,” ujarnya.
Menurutnya, banjir yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan ini membuat warga kelelahan, baik secara fisik maupun mental.
“Sudah lebih dua minggu air tidak surut. Mau beraktivitas susah, mau keluar desa juga sulit. Kami hanya berharap ada bantuan, terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ungkapnya.
Baca Juga : Sepekan Terendam Banjir, Warga Sungai Gampa Mengaku Tak Tersentuh Bantuan
Ketinggian air di permukiman warga rata-rata berada di bawah lutut orang dewasa, namun di sejumlah titik bisa mencapai hingga 50 sentimeter. Kondisi ini memaksa sebagian warga tetap bertahan di rumah dengan aktivitas yang sangat terbatas.
Akses menuju Desa Tanipah pun menjadi persoalan serius. Genangan air membentang sepanjang sekitar 12 kilometer dengan kedalaman bervariasi hingga 50 sentimeter, membuat kendaraan sulit melintas dan menghambat distribusi logistik.

Tak hanya rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum. SDN Tanipah 1 dilaporkan ikut terendam sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu.
Masjid Nidaul Khasiat, yang menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial warga, juga tak luput dari genangan.
Ahmad Ridani juga mengatakan, hingga kini warga masih membutuhkan bantuan, terutama bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
“Warga sangat berharap ada perhatian dan bantuan. Apalagi ini sudah hari ke-16, dengan balita dan ibu hamil yang perlu perhatian khusus,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





