BANJARBARU, klikkalsel.com – Komisi IX DPR menyoroti angka stunting Kalsel 22 persen yang terbilang cukup tinggi. Sorotan tersebut disikapi Pemprov Kalsel untuk meningkatkan kinerja SKPD terkait dalam menekan angka stunting.
Atensi tersebut disampaikan Komisi IX DPR RI berlangsung di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Jumat (20/2/2025). Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diisi dengan pemaparan dari sejumlah SKPD.
Di antaranya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Kesehatan menyampaikan terkait berbagai capaian, tantangan, hingga kebutuhan dukungan pusat disampaikan secara terbuka.
“Kami sangat menyambut positif kunjungan ini. Banyak masukan dan perhatian dari Komisi IX yang tentu menjadi penguat bagi kami di daerah. Harapannya, persoalan-persoalan yang masih menjadi kendala bisa mendapat dukungan penyelesaian dari pusat,” ujarnya.
Baca Juga : Wagub Kalsel Buka Puasa Bersama di Masjid Sabilal Muhtadin: Maknai Ramadan sebagai Momentum Silaturahmi
Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah angka stunting di Kalsel yang saat ini masih berada di kisaran 22 persen. Meski menunjukkan tren penurunan yang dinilai cukup signifikan, Pemprov Kalsel tetap memasang target untuk menekan angka tersebut hingga 10 persen sesuai harapan nasional.
“Penurunannya memang sudah cukup signifikan, tapi kita belum boleh puas. Target kita jelas, bisa ditekan sampai 10 persen. Untuk itu diperlukan kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Ia menekankan, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari ketahanan pangan, sanitasi, edukasi, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Selain stunting, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian. Di lapangan, program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk adanya penolakan di beberapa pondok pesantren.
Pemprov Kalsel berencana melakukan pendekatan dialogis kepada para pimpinan pondok untuk menggali langsung akar persoalan.
“Kami ingin tahu secara langsung apa kendalanya. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap manfaat program ini bisa dipahami dan dirasakan bersama,” pungkasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih konkret antara pusat dan daerah, sehingga berbagai program prioritas nasional dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di Kalsel. (rizqon)
Editor: Abadi





